Memperingati Hari Guru

26 11 2009

Sudah menjadi kewajiban bagi pegawai di lingkungan unit pelaksana teknis Departemen Pendidikan Nasional bahwa setiap tanggal 25 Nopember diadakan upacara bendera sebagai peringatan Hari Guru Nasional.

Menyikapi peringatan Hari Guru Nasional, kita diajak menengok kembali tentang jati diri guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Jika dulu guru benar – benar dihormati karena pengorbanannya dan keikhlasannya mendidik putra-putri bangsa dalam meraih kemerdekaan, berupaya mencerdaskan rakyat indonesia tetapi semakin lama semangat itu semakin luntur. Dikarenakan beban hidup semakin menghimpit banyak dari guru sekarang yang hanya memikirkan materi dan melupakan jati dirinya sebagai guru bangsa. Mereka tidak peduli dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa karena semuanya sekarang diukur dengan materi. Walaupun masih ada yang mempunyai semangat itu, mereka seakan terbentur dengan masalah ekonomi yang terhimpit sehingga harus banting tulang mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Kisah kepala sekolah yang menjadi pemulung bisa menjadi contoh dimana perjuangannya mendidik putra putri bangsa tidaklah luntur oleh himpitan ekonomi dan beliau tidak berusaha memperkaya dirinya dari berbagai macam iuran yang dibebankan kepada orangtua anak didiknya. Toh semua keikhlasan itu suatu saat akan dilihat oleh Allah swt. dengan mengangkat derajatnya menjadi contoh bagi bangsa indonesia sebagai guru teladan dan dihargai semua lapisan masyarakat. Wahai Guru marilah kita tumbuhkan lagi semangat mencerdaskan bangsa dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik, terus belajar sehingga ilmu terus berkembang. Dan ajarilah muridmu dengan akhlaq dan tauladan yang baik sehingga anak bangsa kedepan bisa menjadi lebih maju, cerdas dan berbudi luhur. Selamat wahai Guru semua, amanat ini masih menjadi tugas dipundakmu.


Aksi

Information

One response

26 11 2009
sulaiman

Terasa sekali, bahwa penghargaan masyarakat terhadap para guru mulai menurun sejak tahun 1980, apalagi pada daerah yang penghasilannya besar atau kelompok orang menengah ke atas. Minimal pemerintah memberikan dukungan moril kepada para guru.
kita semua seharusnya ikut merasa malu jika para guru ikut demonstrasi tentang nasib mereka. Maka kita beri penghargaan kepada siapa saja yang benar-benar mau mengabdi sebagai guru di pedesaan, walau gaji atau honornya (sangat) sedikit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: